Dinas Dikpora izinkan sekolah tatap muka bagi yang berstatus Zona Hijau

Administrator
161 view
Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Ujung Batu/ doc. smpn1ujungbatu

Pasir Pengaraian (MAHARDIKA)- Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) mulai mengizinkan pihak sekolah melakukan pembelajaran sistem tatap muka 100 persen dari kapasitas ruang kelas belajar.

“Kita sudah meminta secara resmi rekomendasi dari Dinas Kesehatan terkait zonasi risiko COVID-19. Rekomendasi itu nantinya akan menjadi dasar kita mengambil kebijakan agar sekolah kembali melakukan sistem tatap muka untuk proses belajar-mengajar”, kata Kepala Dinas Dikpora Rohul Ibnu Ulya, Jumat (13/11/2020), di Pasir Pengaraian.

Bagi kecamatan yang berstatus zona hijau, pihak sekolah diperbolehkan melakukan pembelajaran sistem tatap muka 100 persen dari kapasitas ruang kelas belajar. Sementara untuk zona kuning pembelajaran tatap mukanya hanya diizinkan 50 persen dari setiap ruang kelas belajar atau sistem shift.

Ibnu memastikan, keputusan rencana membuka kembali semua sekolah untuk proses belajar-mengajar secara tatap muka di 16 Kecamatan se Rohul diperkirakan terealisasi paling lambat pada Senin 16 November mendatang. Hal itu dilakukan mengingat dan menimbang masuknya ujian semester para pelajar.

“Pembukaan sekolah tatap muka harus tetap berdasarkan rekomendasi dari Dinkes. Kita sudah minta pertimbangan tentang zonasi kecamatan mana saja yang diperbolehkan. Itu akan jadi dasar mengambil kebijakan tersebut”, ujar Kepala Dinas Dikpora Rohul Ibnu Ulya.

Sementara Kepala Dinkes Rohul dr Bambang Triono, menyatakan telah melakukan pemetaan zona risiko COVID-19. Dari 16 kecamatan se Rohul, 12 kecamatan sudah masuk zona kuning, dan 4 kecamatan lainnya berstatus zona hijau.

Ke 12 kecamatan zona kuning meliputi Bangun Purba, Tambusai, Kepenuhan Hulu, Pagaran Tapah Darussalam, Kunto Darussalam, Tandun, Kabun, Tambusai Utara, Kepenuhan, Rambah, Rambah Hilir, dan Rambah Samo. Sedangkan 4 kecamatan zona hijau yakni Rokan IV Koto, Ujung Batu, Bonai Darussalam, dan Kecamatan Pendalian IV Koto.

Untuk kecamatan-kecamatan berstatus Zona Kuning dihimbaunya tetap melaksanakan respon pencegahan semaksimal mungkin seperti mengidentifikasi semua orang yang diketahui kontak dengan pasien positif dan memberi status ke setiap individu yang kontak dengan pasien COVID-19 bagi orang yang sudah bergejala namun belum dinyatakan positif.

Pemetaan zona risiko COVID-19 terangnya dibuat sesuai Keputusan Mendagri nomor 440-830. Penetapan zona risiko dihitung berdasarkan indikator-indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan proses pengolahan data (skoring dan pembobotan) seperti penurunan jumlah kasus positif dan probable minggu terakhir.

“Skoring dan pembobotan datanya meliputi penurunan jumlah kasus suspek pada minggu terakhir, jumlah meninggal kasus positif dan probable minggu terakhir, jumlah meninggal kasus suspek minggu terakhir, dan jumlah kasus positif dan probable yang dirawat di RS minggu terakhir”, sebut dr Bambang.

Pihaknya juga menghimbau masyarakat di wilayah zona hijau maupun kuning tetap rutin menerapkan 3M (Menjaga jarak, Menggunakan masker, Mencuci tangan/Menghindari kerumunan).
(Roni Pasaribu)

Penulis
: Administrator
Editor
: Hendra Ambarita
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers tidak menjadi tanggungjawab Media Online mahardikanews.com Hubungi kami: redaksi@mahardikanews.com