Pria yang depresi karena dinyatakan positif COVID-19 di Toba sudah diamankan

Administrator
136 view
Pria yang depresi karena dinyatakan positif COVID-19 di Toba sudah diamankan
Risma Sitorus, istri dari pasien COVID-19 yang viral di Desa Pardomuan Kecamatan Silaen Toba beberapa waktu lalu. (MHP-Poldasu)

Toba (MAHARDIKA) - Pasca video viral pasien COVID-19 di Kabupaten Toba yang diamankan beberapa waktu lalu, seorang wanita Risma Sitorus membenarkan kalau pria yang menjadi sorotan tersebut adalah suaminya bernama Selamat Sianipar.

“Karena mencoba menularkan virus kepada keluarga dan warga di daerah Siguti Desa Pardomuan Kecamatan Silaen Toba, suamiku itu pun terpaksa diamankan”, kata Risma, Sabtu (24/7/2021) malam, saat memberikan klarifikasi video viral di medsos diindikasi bahwa suaminya telah dianiaya warga.

Risma menjelaskan pada Rabu 21 Juli lalu, suaminya Selamat Sianipar kabur dari lokasi tempat isolasi mandiri dan kembali ke rumah dalam kondisi mengalami depresi karena dinyatakan positif terpapar pandemi COVID-19.

Lalu pada Kamis 22 Juli sekitar pukul 17.00 WIB, suaminya tersebut keluar dari rumah sembari meludahi tangannya dan mencoba menyentuh warga yang berada disekitarnya dengan berteriak dirinya tidak terpapar virus corona.

“Ternyata perbuatannya itu membuat warga desa marah sehingga dengan menggunakan kayu serta bambu mencoba mengamankan karena takut tertular, namun aksi warga mengamankannya gagal dan suamiku itu pun berhasil kabur ke hutan”, ujar Risma Sitorus.

Kemudian pada Jumat 23 Juli sekitar pukul 10.00 WIB, Selamat Sianipar kembali ditemukan warga setempat di depan Gereja HKBP dan mengamankannya dengan cara menggunakan bambu untuk menjaga jarak, karena yang bersangkutan selalu meludahi dan ingin memeluk warga.

Tak lama berselang waktu pada pukul 11.00 WIB, Sianipar berhasil diamankan lalu diantarkan ke RSUD Porsea untuk dirawat, namun tak disangka pada malam harinya kembali kabur dari RS.

Tepat pada Sabtu 24 Juli pukul 11.30 WIB, Selamat Sianipar akhirnya ditemukan di depan perumahan DL Sitorus di Desa Siantar Narumonda VI Kecamatan Siantar Narumonda dan langsung dibawa kembali ke RSUD Porsea.

Hal senada juga disampaikan Erik Sianipar keluarga dari Selamat Sianipar yang mengaku tidak ada maksud untuk melakukan penganiayaan, melainkan ingin mengamankan saudaranya tersebut, karena kondisi S Sianipar positif COVID-19.

“Dengan menggunakan kayu dan bambu sebagai upaya menjaga jarak agar tidak tertular COVID-19 dengan warga setempat. Itu cara kami bersama warga untuk mengamankan Selamat Sianipar”, demikian penjelasan E Sianipar, dikutip dari keterangan Penmas Polda Sumut.

Penulis
: Administrator
Editor
: Hendra Ambarita
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers tidak menjadi tanggungjawab Media Online mahardikanews.com Hubungi kami: redaksi@mahardikanews.com