TMMD ke-110, PASUKAN TEMPUR BIKIN WARGA ROKAN HULU TERKESAN

Oleh Maruba P Habeahan (Wartawan Mahardikanews.com dan Wartawan Utama Dewan Pers, no. sertifikat UKW, 4613-PWI/WU/DP/XII/2018/28/02/58)
Administrator
162 view
Dok. Mahardikanews
Maruba P Habeahan

Pandemi Covid-19 yang sempat melumpuhkan sendi ekonomi dan kehidupan masyarakat dunia termasuk Indonesia, tidak membuat TNI Angkatan Darat berdiam diri. Persoalan infrastruktur dan sarana prasarana yang masih buruk dan terbatas di berbagai desa dan dusun sepertinya “memaksa” pimpinan TNI untuk menggerakkan prajuritnya melanjutkan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-110 tahun 2021, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.

Tema yang diusung kali ini adalah “TMMD Wujud Sinergi Membangun Negeri”. Sebanyak 7500 prajurit yang terbagi dalam 50 Satgas TMMD disebar ke 50 kodim/wilayah sasaran untuk melaksanakan pembangunan fisik (bangunan infrastruktur) maupun nonfisik (pemberdayaan masyarakat) yang dimulai 2 Maret hingga 31 Maret 2021 secara serentak.

Sasaran prioritasnya adalah daerah tertinggal, terisolir dan terpencil, daerah kumuh perkotaan, daerah perbatasan dan daerah terluar serta daerah yang terdampak bencana alam. Istimewanya, TMMD kali ini juga memberdayakan dan melibatkan wartawan di daerah sasaran untuk publikasi melalui Lomba Karya Jurnalistik, agar masyarakat luas mengetahui dan lebih memahami program TMMD.

Dari 50 kodim se Indonesia dan yang disebut di atas tulisan ini, satu diantaranya adalah Kodim 0313/KPR (Kodam I BB) yang meliputi tiga Kabupaten yang salah satunya adalah Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau termasuk menjadi daerah sasaran. Tahun ini membawa berkah bagi masyarakat Rokan Hulu karena negeri seribu suluk ini dimasukkan menjadi daerah sasaran Satgas TMMD ke-110 tahun 2021 ini.

Rasa terima-kasih dari pemerintah dan masyarakat itu diungkapkan Sekdakab Rokan Hulu Abdul Haris saat meresmikan dimulainya Pelaksanaan TMMD di ibukota Pasir Pangaraian, Selasa (2/3/2021).

Didampingi Dandim 0313/KPR Letkol (Inf) Leo Octavianus M Sinaga dan disaksikan unsur Forkopimda dan perwakilan masyarakat, Sekda mengatakan pihaknya bersyukur karena Rohul dipilih sebagai wilayah pelaksanaan TMMD tahun 2021 di empat kecamatan yaitu Kecamatan Kabun, Tandun, Ujungbatu dan Kecamatan Rokan IV Koto.

Kegiatan yang dilaksanakan di Rokan Hulu adalah pemasangan box culvert di Desa Bencah Kesuma, Kecamatan Kabun dan di Desa Suka Damai, Kecamatan Ujungbatu. Pemeliharaan jalan sepanjang 2,2 kilometer dengan lebar 6 meter di Desa Tapung Jaya, Kecamatan Tandun. Pembangunan jalan desa sepanjang 550 meter dengan lebar 6 meter mulai dari Dusun Bukit Tungku ke Dusun Sei Putih Kecamatan Ujungbatu.

Selanjutnya pembangunan jalan sepanjang 7.366 meter dengan lebar 6 meter di Desa Koto Ranah Jaya, Kecamatan Kabun. Pembangunan drainase sepanjang 280 meter di Desa Rokan Koto Ruang, Kecamatan Rokan IV Koto. Terakhir pembangunan jalan beton atau semenisasi jalan sepanjang 255 meter dengan lebar 3 meter dan ketebalan 15 centimeter di Desa Rokan Koto Ruang, Kecamatan Rokan IV Koto.

Dandim 0313/KPR Letkol (Inf) Leo Octavianus M Sinaga saat itu mengapresiasi kesiapan masyarakat dan Pemda setempat untuk bahu-membahu dengan TNI membangun daerahnya. Usai upacara pembukaan, Satgas TMMD ke-110 langsung disebar ke empat kecamatan tersebut.

Bukti keseriusan TNI menyukseskan program itu juga terlihat dari hadirnya Ketua Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD ke-110, Brigjen Doni Hutabarat pada Selasa (23/3/2021) untuk melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap progres pekerjaan yang dilaksanakan Satgas TMMD di empat kecematan yang dipilih.

Dalam sambutannya, Doni Hutabarat menjelaskan, tujuan TMMD ke-110 TA 2021 adalah untuk membantu percepatan pembangunan di daerah demi mengatasi kesulitan rakyat.
Program TMMD dilaksanakan melalui proses perencanaan sesuai aspirasi dan kebutuhan masyarakat atau bottom up planning. Pelaksanaannya pun melibatkan masyarakat dan unsur terkait di tingkat desa atau kelurahan hingga tingkat kabupaten/kota.

Lokasi sasaran dipilih berdasarkan skala prioritas, kemudian diteliti dan dipadukan dengan program Pemda setempat. Selanjutnya dibahas di forum DPRD untuk disahkan menjadi Program TMMD.

Menurutnya, setelah seluruh hasil kegiatan selesai dilaksanakan maka akan diserahkan secara resmi kepada Pemda untuk dimanfaatkan masyarakat. Masyarakat diharapkan memiliki kepedulian untuk menjaga hasil-hasil kerja TMMD itu agar bisa dimanfaatkan dalam waktu yang lebih lama.Tak lupa, masyarakat juga diajak memelihara semangat gotong-royong dan kemanunggalan TNI-rakyat.

Inrastruktur fisik yang dibangun lanjut Hutabarat, harus dapat mendorong tumbuh dan berkembangnya usaha-usaha atau perekonomian masyarakat agar bertambah sejahtera, sehingga program pemerintah dalam pemerataan pembangunan dan pengentasan kemiskinan bisa tercapai.

Sedangkan kegiatan nonfisik yang dikerjakan diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kreativitas dan kualitas hidup masyarakat yang lebih baik, maju, sejahtera dan mandiri.Tak kalah pentingnya lagi, sasaran TMMD dimaksudkan untuk meningkatkan wawasan kebangsaan, cinta Tanah Air, semangat patriotisme dan memunculkan kesadaran bela negara.

Melalui TMMD diharapkan hubungan jajaran TNI dengan Polri, Pemda, aparat desa dan elemen masyarakat hingga “akar rumput” terjalin makin kompak, sehingga tercapailah kemanunggalan TNI-rakyat.

Pantauan wartawan, belasan warga masyarakat pun terlihat bersemangat bekerja bersama prajurit TNI AD di setiap lokasi kegiatan yang tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Rokan Hulu.Gelak tawa sering terdengar di lokasi sasaran TMMD, meskipun para prajurit dan masyarakat terlihat berpeluh keringat.

Di dusun-dusun yang menjadi lokasi sasaran pembangunan juga terlihat lebih semarak dari biasanya setelah kehadiran prajurit TNI. Banyak warga masyarakat yang mendapat kesan bahwa prajurit tempur itu ternyata tidak seseram yang dibayangkan sebelumnya.

Selain mengerjakan pembangunan fisik, kehadiran prajurit TNI juga memberikan pemahaman terhadap masyarakat bagaimana harus tetap menerapkan pola hidup sehat, berolah raga hingga mengingatkan agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan demi mencegah penularan Covid-19.

Kepala Desa Rokan Koto Ruang, Kecamatan Rokan IV Koto, Alexusanto SIP yang ditemui wartawan di lokasi kegiatan juga menyampaikan apresiasi masyarakat dan para tokoh di desa yang dipimpinnya.

Masyarakat katanya merasa senang karena drainase yang diidamkan selama ini akhirnya terbangun sepanjang 180 meter di RT 01 RW 01 di Dusun I. Wilayah dusun itu selama ini sering terendam banjir setiap hujan deras , akibat tidak adanya drainase.

Di desa itu, Satgas TMMD juga membangun jalan rigid beton atau semenisasi di RT 01 RW 06 Dusun III Koto sepanjang 254 meter. Dengan jalan beton itu, maka pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan dari daerah itu seperti kelapa sawit dan jeruk semakin mudah dan lancar untuk dijual ke kota.

Alexusanto mengatakan, selain nilai kemanfaatannya, kualitas drainase dan semenisasi jalan yang dibangun Satgas TMMD juga sangat bagus. “Meskipun personil tempur, aparat TNI ternyata ahli juga membangun infrastruktur. Hasilnya pun rapi dan sangat memuaskan. Hasilnya tak kalah dengan hasil kerja kontraktor,” kata Alex yang didampingi sejumlah warga desanya.

Kehadiran TNI juga sangat berkesan bagi masyarakat Desa Rokan Koto Ruang. Soalnya, selama hampir sebulan melaksanakan pembangunan infrastruktur, personil Satgas TMMD juga selalu berbaur dengan mengikuti berbagai kegiatan sosial, ikut bergotong-royong membangun rumah ibadah, menghadiri acara wirid hingga menghadiri acara resepsi masyarakat Dusun I dan Dusun III itu.

“Kehadiran anggota TNI diharapkan bisa memotivasi anak-anak muda di desa kami untuk masuk menjadi anggota TNI ke depannya. Terima-kasih untuk Satgas TMMD. Kami mohon maaf karena mungkin banyak kekurangan dan keterbatasan kami dalam menerima kehadiran anggota TNI di desa kami,” pungkas Alex.

Di lokasi lain, kalangan masyarakat terutama tokoh-tokoh setempat juga sangat senang dengan hadirnya TMMD ke-110 Kodim 0313/KPR di negeri seribu suluk ini.

Saking senangnya, Meksiko Sitohang (53) selaku tokoh masyarakat di Desa Ujungbatu, secara ikhlas menghibahkan lahan kebun sawitnya sepanjang 550 meter dan lebar 6 meter untuk pembangunan jalan desa.

Pria Batak itu mengaku senang dan bangga karena TNI akan membangun jalan, sehingga ia juga ingin ikut berkontribusi untuk NKRI terutama untuk kepentingan masyarakat di desanya melalui program TMMD.

Di daerah itu, Satgas TMMD ke-110 Kodim 0313/KPR melaksanakan pembangunan jalan di Dusun Tungku Rejo dan Dusun Sei Putih, Desa Ujungbatu Timur, Kecamatan Ujungbatu.

“Dengan adanya jalan itu akan sangat bermanfaat bagi masyarakat di dua dusun di Desa Ujungbatu maupun Kecamatan Ujungbatu pada umumnya. Ini akan memudahkan masyarakat untuk bepergian kemanapun terutama mengangkut hasil-hasil pertanian rakyat seperti tandan buah sawit maupun sayur-mayur ke ibukota Kecamatan Ujungbatu,” ucap Meksiko Sitohang kepada penulis.

Apa itu TMMD ?
Penulis menyadari, masih banyak masyarakat awam yang belum memahami apa itu TMMD secara holistik.

Mengutip beberapa sumber, keterlibatan TNI dalam pembangunan di daerah-daerah pedesaan adalah sesuai tugas dan fungsinya yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 34 tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia.
UU itu telah mengatur peran TNI sebagai alat negara di bidang pertahanan yang dalam menjalankan tugasnya berdasarkan kebijakan dan keputusan politik negara.

Tugas pokok TNI dilakukan dengan operasi militer untuk perang dan operasi militer selain perang. Tugas selain perang itu adalah membantu tugas pemerintahan di daerah. TNI ditugaskan negara membantu pelaksanaan fungsi pemerintah dalam kondisi dan situasi yang memerlukan sarana, alat dan kemampuan TNI untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi, antara lain membantu mengatasi akibat bencana alam, merehabilitasi infra struktur dan mengatasi masalah akibat pemogokan dan konflik komunal.

TNI adalah salah satu wujud Operasi Bhakti TNI, yang merupakan program terpadu lintas sektoral dengan kementerian/lembaga terkait, Pemda serta komponen bangsa lainnya secara terintegrasi bersama masyarakat, guna meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah pedesaan, khususnya daerah yang tergolong tertinggal, terisolasi, perbatasan, dan daerah kumuh perkotaan serta daerah lain yang terkena dampak akibat bencana.

Program TMMD yang dulunya akrab dikenal sebagai ABRI Masuk Desa itu juga sangat pas dengan visi dan Nawacita Presiden Joko Widodo yang memprioritaskan pembangunan desa-desa tertinggal, terisoilir dan terluar. Kemudian memercepat pembangunan infrastruktur fisik untuk menunjang berbagai sektor ekonomi agar NKRI bisa sejahtera dan menjadi kekuatan ekonomi di Asia.

Beberapa tulisan dan hasil penelitian yang dikutip penulis rata-rata menyimpulkan, kegiatan pembangunan di berbagai desa di seluruh pelosok Indonesia selama ini capaiannya sesuai target yang direncanakan, bahkan mencapai over prestasi.

Pembangunan berbagai sarana dan infrastruktur fisik selama ini dari sisi teknis dan keekonomiannya juga tergolong berhasil menghemat anggaran karena TNI yang bekerja langsung bersama-sama rakyat.

Sesulit apapun Medan atau lokasi pengerjaan proyek-proyek fisik selama ini, mampu dikerjakan prajurit TNI yang juga memiliki personil ahli di bidang teknik sipil, bangunan, keciptakaryaan maupun pengairan. Bahkan masa pengerjaan juga lebih efisien dan hasil yang dikerjakan pun bisa bertahan cukup lama.

Sisi positifnya lagi, pengerjaan secara gotong-royong itu membuat hubungan prajurit TNI semakin erat dengan rakyat di daerah-daerah. Selain upaya pembangunan infrastruktur untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, kehadiran TNI melalui TMMD juga juga sebagai upaya menjaga pertahanan keamanan rakyat semesta, dengan melihat langsung situasi dan kondisi daerah.

Melalui tulisan ini wartawan juga ingin berkontribusi menyukseskan setiap kegiatan TMMD di berbagai daerah ke depannya. Sukses untuk TNI.

Penulis
: Maruba P Habeahan