Citizen Journalism: Warga Jadi Pelapor Berita

Administrator
1.055 view
Citizen Journalism: Warga Jadi Pelapor Berita
omtiger.com
Pewarta warga
PERS jadul (jaman dahulu) hanya menjadikan pembacanya sebagai obyek. Warga hanya menerima apa yang disajikan media. Pengelola hanya menafsirkan kebutuhan audiensnya secara subyektif.

Perkembangan berikutnya, pembaca mulai boleh berpendapat melalui surat pembaca dan kolom opini. Pers yang sebelumnya satu arah, kini sudah memberi ruang bagi pembacanya. Namun, ideologinya masih tetap, tugas membuat berita, tetap wartawan.

Seiring perkembangan teknologi, yang secara revolusioner ditandai dengan ditemukannya internet, citizen journalism mulai tumbuh. Awalnya sebagai bentuk protes atas ketidakpekaan media. Banyak persoalan publik, akibat pertarungan kepentingan dari pengelola dan pekerja media.

Warga terpanggil menulislkan persoalan dirinya dan sekitarnya di blog. Virus blog mewabah di mana-mana, menjadi trend. Ada yang di blogspot, wordpress, multiply dan yang lainnya. Isinya makin beragam, bukan sekadar protes dan kritikan, tapi sudah berkembang menjadi sarana eksprersi diri.

Banyak peristiwa yang tidak ditulis di media formal, justru diulas gamblang di blog. Pengelola blog sangat beragam, mulai yang amatiran sampai yang profesional. Akibatnya, blog menjadi media alternatif yang menggairahkan.

Bisa dimengerti, keterbatasan wartawan, menjadi banyak peristiwa dan fakta terabaikan. Di sinilah pintu masuk citizen journalism. Menulis fakta dari sudut yang berbeda, yakni perspektif warga. Sesuatu yang berbeda dan unik bisa terungkap.

Media ternyata melihat perkembangan ini. Beberapa mengakomodasinya dan menyediakan kolom bagi citizen journalism. Ada yang memang mengkhususkan untuk liputan yang tak terjangkau, misal di daerah atau luar negeri yang tak ada wartawan media yang bersangkutan.

Bisa juga citizen journalism, dibuat seseorang dari even spesial, terbatas, dan eksklusif. Misal, artis yang ikut festival, selebrita yang berkunjung ke acara tertentu, dan sebagainya.

Belakangan, jejaring sosial seperti facebook dan twitter menjadi sarana citizen journalism. Bahkan, sudah ada cara mengoneksikan blog ke twitter dan facebook.

Pekerjaan media menjadi lebih mudah untuk mengakomodasi citizen journalism. Tinggal, bagaimana kebijakan media itu menyeleksi isu, penulis dan penempatan hasil karya citizen journalism.(bantorsmedia.blogspot.com)
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers tidak menjadi tanggungjawab Media Online mahardikanews.com Hubungi kami: redaksi@mahardikanews.com