Operasi Yustisi penerapan protkes di Rokan Hulu mulai digiatkan

Administrator
451 view

ROKAN HULU 

(mahardikanews) 

Kepolisian Resor Rokan Hulu (Rohul) menggelar apel bersama dalam kegiatan Operasi Yustisi penegakan hukum protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian COVID-19.


Wakapolres Rohul Kompol Willy Kartamanah yang memimpin apel mengatakan operasi yustisi merupakan operasi untuk mendisiplinkan masyarakat. Kegiatan dimaksud bertujuan untuk peningkatan cluster (gugus) di daerah Riau, khususnya di Rohul.


“Pemerintah saat ini telah berupaya maksimal pertahankan zona-nya di tiap-tiap wilayahnya, serta berusaha keras menurunkan bahkan membatasi atau menyembuhkan warga yang melaksanakan isolasi di RS dan isolasi secara mandiri. Untuk itulah kita gelar operasi ini dalam membantu pemerintah daerah”, kata Kompol Willy Kartamanah, Senin (14/9/2020), melalui Paur Humas Polres Rohul Ipda Totok Nurdianto.


Saat ini jumlah warga terinfeksi corona diketahui berjumlah 24 orang. Oleh karena itu, apel bersama membutuhkan kerja sama semua instansi atau perangkat daerah agar pelaksanaan penegakan hukum berikut perihal sanksi pelanggar yang tidak tertib sesuai UU dan Pergub Riau maupun Perbup Rohul terlaksana dengan baik.


Terdapat sanksi-sanksi bagi masyarakat yang tidak disiplin bermasker di Peraturan Bupati Rohul nomor 41 tahun 2020, yakni sanksi sosial ringan dan sanksi berat dengan denda Rp250 ribu. Untuk itu masyarakat dihimbau menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan (3M) dalam melakukan kegiatan sehari-hari terutama di tempat kerumunan.


Personel Polres Rohul dan pihak-pihak terlibat (TNI-Polri, Dishub, BPBD, serta petugas Satpol PP dan Damkar) dihimbaunya dapat bekerjasama secara maksimal, dan dianjurkan tegas serta humanis dalam pelaksanaan operasi. Disamping itu, masyarakat juga diharapkan dapat memahami pendisiplinan protokol kesehatan (protkes) yang dilakukan tim gabungan demi kebaikan bersama melawan virus corona.


Pihak kepolisian turut mengapresiasi langkah Pemkab Rohul dan semua pihak yang kooperatif dan berdedikasi membantu penanggulangan corona virus disease di negeri seribu suluk.


Untuk Peraturan Gubernur tentang sanksi pelanggar disiplin protkes diharapkannya segera dibahas oleh legislatif agar dijadikan Peraturan Daerah atau Perda, sehingga dapat mengabsahkan sanksi kedisiplinan dalam penerapan adaptasi new normal/ kebiasaan baru.


“Penerapan disiplin dan penegakan hukum protkes sebagai upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 memang sudah mulai diterapkan di Perbup Rohul, begitu juga himbauan dan sosialiasi dari Pergub Riau juga kiranya dapat disahkan”, ujar Kompol Willy Kartamanah, mewakili Kapolres AKBP M Taufiq Lukman Nurhidayat.


Usai apel dilanjutkan himbauan dan sosialiasi Perbup dan Pergub Riau tentang sanksi bagi masyarakat pelanggar protkes yang diawali dari pasar Senin Rambah hingga pasar modern Pasir Pengaraian. Himbauan dan sosialiasi juga serentak dilaksanakan oleh jajaran Polsek se Rohul.

(red-mnc)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers tidak menjadi tanggungjawab Media Online mahardikanews.com Hubungi kami: redaksi@mahardikanews.com